Imbibisi adalah proses penyerapan air ke
dalam sel2 imbiban(biji yg akan berkecambah).
Proses ini sangat penting krn masukñ air ke dlm biji memacu fitohormon aktif bekerja. Hormon giberelin akan merangsang aktivitas enzim amilase utk memecah tepung(pati) mjd glukosa & enzim proteinase utk memecah protein mjd asam2 amino.
Glukosa diubah mjd energi utk pkecambahan atau diubah mjd senyawa karbohidrat yg nantiñ bersama asam2 amino akan menyusun struktur sel & menyusun enzim2 baru
Proses ini sangat penting krn masukñ air ke dlm biji memacu fitohormon aktif bekerja. Hormon giberelin akan merangsang aktivitas enzim amilase utk memecah tepung(pati) mjd glukosa & enzim proteinase utk memecah protein mjd asam2 amino.
Glukosa diubah mjd energi utk pkecambahan atau diubah mjd senyawa karbohidrat yg nantiñ bersama asam2 amino akan menyusun struktur sel & menyusun enzim2 baru
materi
referensi:http://id.wikipedia.org/wiki/Perkecambah…
Istamar Syamsuri, dkk. Biologi kelas XII SMA. Penerbit Erlangga.
Istamar Syamsuri, dkk. Biologi kelas XII SMA. Penerbit Erlangga.
Pengertian Imbibisi Imbibisi berasal
ari kata latin Imbibire yang artinya minum. Imbibisi adalah peristiwa masuknya
air pada suatu benda. Air yang masuk pada benda tersebut disebut air Imbibisi.
Benda atau zat yang dapat dimasuki air disebut imbiban. Dalam tumbuhan,
imbibisi diartikan kemampuan dinding sel dan plasma sel untuk menyerap air dari
luar sel.
Perkecambahan (Ing. germination) merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan,
khususnya tumbuhan berbiji. Dalam
tahap ini, embrio di dalam biji yang
semula berada pada kondisi dorman mengalami
sejumlah perubahan fisiologis yang
menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda.
Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah.
Proses perkecambahan
//Perkecambahan
diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah,
udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran
biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air
dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya
ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini
murni fisik.
Kehadiran
air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim
perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin
meningkat. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui
bahwa pada perkecambahan lokus-lokus
yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3),
FUSCA 3 (FUS3), dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1)
menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang
mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC
ACID 1 (GA1), GA2, GA3, GAI, ERA1, PKL,
SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan
yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut
Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA.[1]Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.
Tipe perkecambahan
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar