Tampilkan postingan dengan label AGRONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGRONOMI. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

BIBIT


BAB I
PENDAHULUAN

  1. PENGERTIAN BENIH DAN BIBIT
1.       Pengertian benih
        Benih adalah bahan pertanaman berupa biji yang berasal dari biji yang terpilih. Sedangkan biji yang terpilih adalah biji yang telah mengalami seleksi atau pemilihan. Dan biji adalah hasil dari persarian suatu tanaman.
2.       Pengertian bibit
        Bibit adalah bahan pertanaman berupa vegetative, terdiri dari :
·         Tanaman muda asal biji, misalnya :
-          Bibit cabutan
-          Bibit puteran
-          Bibit setump
·         Bahan tanaman asal pembiakan secara vegetative misalnya :
-          Cangkokan
-          Stek
·         Organ khusus dari tanaman, misalnya :
-          Setolon
-          Umbi batang
-          Bulbus dan suing
-          Bulbil
-          Anakan
  1. PENGERTIAN JENIS UNGGUL DAN BENIH UNGGUL
1.       Jenis unggul
       Jenis unggul atau varietas unggul adalah jenis yang mempunyai sifat-sifat lebih baik dari pada jenis-jenis lainnya. Untuk jenis unggul sifat-sifat penting yang harus dimiliki ialah :
·         Daya hasil tinggi
·         Umur pendek
·         Respons terhadap pemupukan
·         Tahan terhadap serangan hama dan penyakit
·         Tahan terhadap gaya-gaya perusak dari luar lainnya
·         Mudah pemeliharaannya
·         Mutu hasilnya baik
Contoh beberapa jenis unggul :
Jagung : Metro, Malin, Harapan, Bastar kuning, Kanya putih, Bima, Pandu, Permadi.
Padi : Sinta, Dewi tara, PB5, PB8, si Ampat (C4-63), Pelita I/1 dan Pelita I/2.
Kacang tanah : Gajah (No. 61), Macan (No. 62), Banteng (No. 68) dan Kijang (No. 68).
Ubi Kayu : V-629.
Kentang : Desiree, Patronas, Donata, Radosa, Rapan 104 dan Rapan 181.
Tomat : Maascros, Bonset, Extase, Semooth Skin dan Money Maker.
2.       Benih unggul
       Benih unggul adalah benih yang berasal dari jenis unggul, yang berkwalitas baik, ditinjau dari segi kemurnian benih, kebersihan benih, daya tumbuh dan kesehatan benih.
     Pemakaian benih unggul merupakan salah satu factor penting yang menentukan tinggi rendahnya hasil persatuan luas suatu pertanaman.
3.       Jenis unggul dalam hubungannya dengan hasil.
      Pemakaian jenis unggul menjadi salah satu syarat untuk meningkatkan hasil, maka kesadaran petani untuk berjenis umggul (dan berbenih unggul) adalah merupakan kunci utama peningkatan produksi. Maka untuk mempermudah pengawasan dan pembinaan sistim perbanyakan benih unggul dari suatu jenis unggul demi menjamin mutu benihnya, diadakan klasifikasi benih, yaitu :
a.      Breeder Seed (Benih Teras)  


Benih ini di perbanyak dan langsung di hasilkan atau di awasi oleh seorang breeder (pemulia) yang membuat benih tsb breeder seed ini di sediakan oleh seorang breeder atau lembaga penelitian untuk pembuatan foundation seed .
b.      Foundation seed (benih dasar)
      Foundation seed adalah benih yang langsung di perbanyak dari breeder seed. Identitas genetis dan kemurniaan dari jenis dipertahankan di dalam foundation seed. Benih ini di hasilkan dan di awasi secara teliti dan disahkan oleh lembaga penelitian atau perwakilannya. Foundation seed adalah merupakan sumber dari semua kelas certified seed,apakah langsung atau melalui registered seed.
c.       Registered seed
    Registered seed adalah keturunan dari foundation seed atau registered seed. Registered seed mempertahankan secara cukup identitas genetis dan kemurnian dari jenis untuk produksi certified seed.
d.      Certified seed
Certified seed adalah keturunan dari foundation,registered atau certified seed. Certified seed harus dikuasai sedemikian untuk mempertahankan identitas genetis secara cukup dan kemurnian dari jenis yang akan disahkan oleh orang yang di tugaskan untuk ini,misalnya oleh inspektur benih diperta yang sudah mendapat latian dari lembaga. Certified seed ini dapat ditanam oleh petani penanam benih dari penangkar benih.
  1. ISTILAH-ISTILAH YANG SERING DIGUNAKAN DALAM HUBUNGAN DENGAN BENIH DAN BIBIT
1.       Populasi
      Populasi adalah kumpulan tumbuhan yang terdiri dari tumbuhan yang tidak terlalu banyak berbeda satu sama lain,tetapi juga sama sekali tidak sama satu dengan yang lainnya.
      Populasi biasanya terdiri dari campuran lini murni yang perbedaan satu dengan lainnya kecil sekali,sehingga sukar untuk di beda-bedakan
      Populasi di peroleh dengan seleksi setempat yang tidak di sengaja,misalnya: jenis daerah,populasi buatan.
2.       Varietas (jenis) dan Klon.
      Jenis adalah kumpulan tumbuhan yang termasuk dalam satu spesies,hasil dari suatu pembiakan generative,yang terdiri dari tumbuhan yang berbeda karena keadaan luar yang berbeda. Perbedaan ini tidak menurun. Kalau keadaan luar sama,perbedaan ini dapat hilang.misalnya: jenis padi,jenis jagung.
     Dapat juga dikatakan, jenis adalah tumbuhan asal dengan semua keturunan yaitu anak-anak dan cucu-cucu yang berbiak secara vegetative.
     Jikalau kumpulan tumbuhan tersebut dihasilkan dari suatu pembiakan vegetative maka disebut klon.misalnya: tebu, klon ubi kayu, klon karet
     Dapat juga dikatakan ,klon adalah tumbuhan asal dengan semua keturunan yaitu anak-anak dan cucu-cucu yang berbiak secara vegetative.
3.       Strain
     Strain adalah kumpulan tumbuhan yang mempunyai variabilitas yang kecil sekali, terutama sifat dalamnya. Sifat individu yang menyerupai satu sama lain : sifat-sifat ini adalah menurun
     Istilah strain lebih tepat dipergunakan pada binatang, sedangkan pada tumbuhan lebih tepat dipergunakan istilah galur.
4.       Biji sapuan
     Biji sapuan adalah biji-biji yang dikumpulkan dari sebuah kebun tanaman biji, tanpa pemilihan biji.
5.       Biji Legitim
     Biji legitim adalah biji-biji yang dihasilkan dari persilangan pohon induk yang dipilih (Biklonal) . bijinya telah terpilh.
6.       Biji prope legitim
     Biji prope legitim adalah biji-biji dari tanaman biji (pohon induk) yang terpilih, tetapi ayahnya tidak diketahui.
  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU BENIH.
         Benih dapat diluluskan dalam pengujian di laboratorium dan dapat diberikan sertifikasi, jika memenuhi syarat-syarat yang tercakup dalam factor-faktor sbb :
1.       Kemurnian benih
     Kemurnian benih mencakup :
·         Tidak tercampur dengan jenis lain,
-          Benih seragam (homogen)
·         Tidak tercampur secara mekanis atau fisis dengan kotoran-kotoran,
-          Campuran yang tidak merusak yaitu : batu-batu kecil, butir-butir tanah, biji-biji yang mati atau rusak
-          Campuran yang merusak yaitu : biji-biji, rumput-rumputan
       Campuran-campuran ini akan merugikan dan dapat menyebabkan ditolaknya benih tersebut.
       Kemurnian benih dapat dihitung % berat biji murni terhadap jumlah berat benih seluruhnya.
2.       Tenaga tumbuh dan kecepatan tumbuh
         Tenaga tumbuh (daya tumbuh) adalah daya untuk berkecambah, dinyatakan dengan banyaknya biji yang berkecambah, dihitung dalam % pada keadaan jangka waktu tertentu untuk berkecambah. Jangka waktu untuk berkecambah ini berbeda pada setiap tumbuhan. Dalam waktu ini biasanya semua biji yang baik sudah berkecambah.
          Kecepatan tumbuh adalah banyaknya biji yang berkecambah dihitung dalam %, dalam jangka waktu yang lebih pendek dari pada waktu untuk menetapkan tenaga tumbuh. Kecepatan tumbuh sehubungan dengan besarnya % biji yang dapat berkecambah dengan cepat.
          Di dalam praktek tenaga tumbuh biasanya mempunyai arti yang lebih penting daripada kecepatan tumbuh.
          Sebab-sebab yang dapat menurunkan tenaga tumbuh dan kecepatan tumbuh adalah :
·         Tidak dipungut pada waktu masak
-          Kecuali pada biji-biji tembakau, tenaga tumbuh yang paling besar berasal dari biji-biji yang dipungut sebelum masak sekali, karena biji yang masak sekali mengandung minyak lebih dari 37% .
·         Biji yang dipungut dari buah yang masak dalam keadaan tidak baik, misalnya :
-          Hujan tidak banyak
-          Berbuah terlalu banyak
-          Masak darurat
·         Lama disimpan,
-          Apabila biji bertambah lama disimpan kecepatan tumbuhnya akan berkurang lebih cepat dari pada tenaga tumbuhnya
·         Pengiriman dan penyimpanan biji yang kurang baik,
-          Terlalu lembab atau terlalu kering
·         Di-fumigasi dengan gas-gas tertentu dalam waktu yang terlalu lama,
-          Misalnya dengan gas CS2 .
       Contoh penetapan tenaga tumbuh padi selama 7 hari sedang penetapan kecepatan tumbuhnya selama 5 hari.
Waktu mulai tumbuh dari biji beberapa tanaman adalah sebagai berikut :
DAFTAR 1     Waktu mulainya tumbuh biji
No. Nama tanaman                                                                                    Waktu mulai tanaman
1.       Jagung                                                                                               5- 7 hari.
2.       Kedelai                                                                                   4- 7 hari.
3.       Kacang tanah                                                                         4- 5 hari.
4.       Kacang hijau                                                                          3- 5 hari.
5.       Tembakau                                                                              7-10 hari
6.       Kacang-kacangan                                                                       7 hari.
7.       Prei                                                                                             7 hari.
8.       Seledri                                                                                        7 hari.
9.       Kubis                                                                                           7 hari.
10.   Andewi                                                                                       7 hari.
11.   Semangka                                                                                   7 hari.
12.   Selada                                                                                         7 hari.
13.   Tomat                                                                                         7 hari.
14.   Cengkeh                                                                                      7 hari.
15.   Kopi                                                                                           10 hari.
16.   Coklat                                                                                   10-15 hari.
17.   Kayu manis                                                                                  7 hari.
18.   Kesumba                                                                                8-15 hari.
19.   Pyrethrum                                                                                    9 hari.
 


3.       Kandungan air
               Kandungan air (H2O)yang terlalu banyak akan mengakibatkan benih itu akan mudah mati,bercendawan atau rusak karena serangan hama,terutama apabila yang dirusak adalah lembaganya. Maka dari itu kandungan air maksimum sangat menentukan mutu benih.
Contoh syarat sertifikasi benih padi:
DAFTAR 2           syarat sertifikasi benih padi
 

               No.            Faktor                                                                                            Kelas Benih
                                                                                                                           Benih dasar   Benih Pokok   Benih Sebar
                                                                                                                     ( FS )     ( CS )                 ( ES )

1.                   Kemurnian                                                                98%                 98%                 98%
2.                   Tenaga tumbuh                                                       80%                 80%                 80%
            Kandungan air maksimum                               

SEKILAS BUDIDAYA KOPI ARABIKA


SEKILAS BUDIDAYA KOPI ARABIKA
Kopi Arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi produk ekspor unggulan  di Indonesia. Harga kopi arabika lebih mahal dibandingkan dengan kopi robusta karena adanya cita rasa khas.  Untuk kualitas ekspor saat ini harga kopi arabika berkisar antara US$ 3-4 per kg sedangkan kopi robusta US$ 1.4-2 per Kg
Kopi arabika memiliki persyaratan tumbuh sbb:
  • Ketinggian 700 – 1500 m  dpl dengan kisaran optimum 900 – 1100 m dpl. Batas terendah  ketinggian tempat untuk pertumbuhannya dibatasi oleh ketahanannya terhadap penyakit karat daun (Hemileia vastatrix) dan batas ketinggian tempat tertinggi dibatasi adanya frost (suhu sangat rendah).
  • Iklim memiliki batas yang tegas antara musim kering  dan penghujan atau Iklim C – D menurut Schmidt dan Fergusson dengan curah hujan  1.000–2.000 mm/tahun dengan 3–5 bulan kering.
  • Dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan tekstur geluh pasiran dan kaya bahan organik, terutama pada daerah dekat permukaan tanah.
  • Produksi tanaman dapat stabil bila tersedia sarana pengairan dan atau pohon pelindung.
  • Sifat kimia tanah umumnya menghendaki pH agak masam yaitu 5,5 – 6,5.
Tahapan pekerjaan dalam budidaya Kopi Arabika meliputi persiapan lahan,  pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan, pemeliharaan tanaman menghasilkan, panen dan pengolahan.
A.    Persiapan lahan
Persiapan lahan dilakukan dua tahun sebelum tanam yang meliputi pekerjaan pendongkelan tanaman asal, pembersihan lahan, pembuatan jalan/saluran air, pembuatan teras, pengolahan tanah dan  penanaman pohon pelindung lamtoro.
B.    Pembibitan
Pembibitan kopi arabika dilaksanakan dengan sistem generatif ataupun vegetatif. Pembibitan generatif dengan menanam biji kopi arabika sesuai varietas yang direkomendasikan antara lain Komposit, USDA, Lini S atau Kate.  Saat ini PTPN XII mulai mengembangkan lagi varietas Blawan Pesumah, Blue Mountain dan Marragogype.
Kopi arabika dapat menyerbuk sendiri, sehingga segregasi biji bisa diminimalkan. Pembibitan secara vegetatif dengan cara stek sambung.  Batang bawah menggunakan kopi robusta BP 308 dengan batang atas komposit atau USDA.
C.  Penanaman
Penanaman tanaman kopi di lapangan dilaksanakan pada saat musim penghujan, umumnya pada  Bulan November- Desember. Jarak tanam tanaman kopi adalah 2,5 x 2 m  dengan populasi 2.000 ph/Ha.
Sebelum penanaman terlebih dahulu dilakukan pekerjaan lubang tanam dengan ukuran 60  x 60 x 40 cm. Pekerjaan lubang tanam dilakukan 2 bulan sebelum tanam, kemudian diisi  dengan bahan organik yang sudah mengalami dekomposisi sebanyak 10 kg per lubang.
D.    Pemeliharaan  Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Masa  TBM pada tanaman Kopi Arabika adalah 3 tahun.  Pemeliharaan utama pada masa TBM  ini adalah pengolahan tanah, pengendalian  gulma, pemupukan, pembersihan tunas air, pangkas bentuk dan pengendalian hama dan penyakit.
1.    Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan dua kali setahun menjelang pemupukan. Selain itu perlu dibuat rorak untuk menampung bahan organik seperti pupuk kandang, limbah pangkasan naungan sementara dll. Pada tanah datar ukuran rorak adalah 100 x 30 x 30 cm, sedangkan pada tanah miring dengan 60 x 30 x 30 cm.
Rorak tersebut dibuat setiap tahun selama masa TBM dengan letak berpindah pindah (Misalnya pada TBM 1 letaknya di sebelah utara tanaman maka pada TBM 2 dibuat di sebelah barat dan TBM 3 di sebelah timur).
2.    Pengendalian gulma
Pengendalian gulma pada TBM saat ini menggunakan kimiawi dengan rotasi setahun dilakukan 4 kali.
3.    Pemupukan
Pemupukan dilakukan 3 kali setahun, yaitu bulan Pebruari, April dan November.  Dosis pemupukan untuk TBM tahun ke 1 s/d 3 per tahun adalah sebagai berikut :
TBM tahun ke
Dosis pupuk (gram/pohon)
Urea
TSP
KCL
Kiesrite
1
50
50
50
20
2
80
80
80
40
3
120
120
120
60
4.    Pangkasan
Pangkas bentuk dilakukan agar habitus tanaman kopi menjadi kuat dan mempunyai percabangan yang produktif pada saat menjadi Tanaman Menghasilkan (TM).  Pangkas bentuk pada TBM I dilakukan dengan klipping atau penyunatan pada ketinggian 80 cm.  Pada TBM II atau ketinggian 120 cm dilakukan toping atau pemotongan tunas.  Setelah pada TBM III dilakukan pemeliharaan tunas baru (bayonet) sampai ketinggian 160cm. Selain itu selalu dijaga agar tanaman bebas dari tunas air.
5.    Pengendalian hama dan penyakit
Hama utama yang perlu dikendalikan secara kimiawi adalah Kutu Hijau (Coccus viridis). Umumnya hama tersebut mulai muncul pada pertengahan musim hujan. Pengendaliannya adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif metidathion konsentrasi 0,2 %. Penyemprotan dilakukan dengan interval satu minggu sampai gejala serangan hilang.
E.    Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM)
Pemeliharaan TM Kopi Arabika dilakukan dengan tujuan agar produksi optimum dan berkesinambungan.  Pekerjaan pada TM meliputi pengolahan tanah, pangkasan penaung, pangkasan kopi, pemupukan dan pengendalian hama  penyakit.
1.    Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan setiap tahun pada saat menjelang musim penghujan. Selain itu pada tanah-tanah dengan kemiringan > 15o perlu dibuat rorak ukuran 100 x 30 x 30 cm dengan posisi di atas tanaman kopi.
2.       Pangkasan penaung
Pangkasan penaung, dalam hal ini penaung Lamtoro ada dua macam yaitu pronggolan/tokok dan rempesan.
  1. Pronggolan adalah pemotongan penaung Lamtoro dengan ketinggian 1,6-2 m dari permukaan tanah. Tujuannya adalah untuk memasukkan sinar matahari ke dalam pertanaman kopi dan memacu fase generatif tanaman kopi tersebut.
Intensitas tokok 50% dari populasi penaung lamtoro yang ada. Tokok dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember.
Rempesan adalah memangkas cabang penaung yang kesamping dan mengurangi cabang/tunas ortotrop lamtoro yang tumbuh  terlalu banyak akibat pronggolan (umumnya disisakan dua cabang). Rempesan dilakukan pada pertengahan hingga menjelang akhir musim hujan.
  1. Pangkasan kopi
Pangkasan kopi yang dilaksanakan adalah pangkasan sistim batang tunggal (single stem). Dengan sistim batang tunggal tersebut maka pangkasan pemeliharaan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
  1. Pangkas lepas panen
Pangkas lepas panen dilaksanakan setelah panen selesai, untuk wilayah Jawa Timur antara Bulan September–Oktober. Pada pangkasan ini yang dipangkas adalah cabang – cabang yang tidak produktif, yaitu cabang – cabang yang telah berbuah lebih dari 2 kali, cabang ke atas, cabang cacing, cabang  sakit, cabang yang arah pertumbuhannya membalik,  dan cabang kering.
  1. Pangkas halus (wiwil halus)
Pangkas halus dilakukan 3 bulan setelah pangkas lepas panen kemudian diulang 2 bulan kemudian dengan melihat kondisi pertumbuhan cabang. Dalam pelaksanaannya pangkas halus adalah membuang cabang-cabang muda yang baru tumbuh dan menyisakan cabang yang akan berbuah .
c.     Pangkas kasar (wiwil kasar)
Pangkas kasar adalah membuang tunas air yang tumbuh. Umumnya dilaksanakan setiap dua bulan selama musim penghujan.
5.    Pemupukan
Pelaksanaan pemupukan 2 kali setahun, yaitu pada bulan Maret dan Nopember dengan dosis mengacu pada hasil analisa tanah dan daun.
6.    Pengendalian hama dan penyakit
Hama pada TM yang sering menjadi masalah adalah hama kutu hijau yang pengendaliannya sama dengan pada TBM. Sedangkan penyakit utama pada TM adalah Karat Daun Kopi yang disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix. Untuk mengendalikan penyakit tersebut dilakukan penyemprotan fungisida Triadimefon dengan konsentrasi 0,2 %. Penyemprotan dilaksanakan setiap minggu mulai ada gejala serangan sampai dengan gejala serangan hilang. Gejala serangan berupa bulatan-bulatan spora yang nampak kemerahan pada daun bagian bawah.
F.    Panen
Panen Kopi Arabika dilakukan dengan cara memetik buah kopi masak yang berwarna merah dengan rotasi 12 hari.  Selain itu juga dipetik buah kopi yang berwarna hitam/kering.
Sebelum dilaksanakan panen lahan harus bersih dari gulma dan  seresah daun  kopi. Hal tersebut dimaksudkan agar pemetik dapat bekerja dengan leluasa dan buah kopi yang jatuh akan kelihatan dan dapat segera dipungut.
Sebelum dikirim ke pabrik dilakukan sortasi gelondong yang memisahkan kopi  gelondong merah, kopi gelondong hitam/kismis dan kopi gelondong hijau. Kopi gelondong hijau ini tidak diperbolehkan dipetik tetapi dalam pelaksanaannya ada yang terikut sehingga perlu dipisahkan. Hasil petik atau panen yang baik  menghasilkan  gelondong merah minimal 95 %.
G.   Pengolahan
Pengolahan Kopi Arabika dimulai dari penerimaan kopi gelondong dari lapangan/kebun sampai dengan pengepakan dan pengiriman. Ada dua macam proses pengolahan, yaitu proses kering (dry process) dan process basah (wet process).
Proses kering dilakukan pada kopi gelondong mutu inferior (hijau/hitam/kismis). Pada proses kering kopi dari kebun langsung dijemur pada lantai jemur atau dikeringkan secara mekanis dengan vis dryer.
Proses basah dilakukan pada kopi gelondong mutu Superior (merah) dengan urutan pengolahan sebagai berikut :
  1. Penerimaan kopi gelondong
  2. Perambangan (pemisahan superior dan inferior)
  3. Penggilingan (pulping)
  4. Fermentasi
  5. Pencucian
  6. Penuntasan
  7. Pengeringan
  8. Penggerbusan (pelepasan kulit tanduk) dan pengayakan (sizing)
  9. Sortasi biji
  10. Pengepakan dan pengiriman
Related posts:
  1. Pangkasan di Kopi Arabika (1)…
  2. Pangkasan di Kopi Arabika (2)…
  3. Perkebunan Kopi Arabika di Dataran Ijen…
  4. Selamatan Buka Giling Panen Kopi 2010…
  5. Wisata Agro Blawan…